Honda All new CB150R Streetfire vs Honda Verza 150, Perbandingan low vs high sport 150 CC

Olah!!!! Jumpa lagi setelah sekian lama tak berjumpa dengan anda, iya… Anda 😂 (eror dah). Mohon maaf apabila saya menghilang dari tulisan ini maklum lagi fokus skripsi kenyataannya lagi acak abdu.. Ehhh acak-acakan kayak rambut gondrong mahasiswa tua😅 oke to the topic mengenai perbandingan sport 150 kelas bawah dan top of the  line. 

Neng Versah dan Neng CiBi :mrgreen:

Yah ini dia Honda Verza 150 dan Honda all new CB150R, meskipun brojol satu pabrikan dan sama-sama mempunyai kelamin yang sama yaitu sport a.k.a batangan (“motor batangan” hihihi). Mereka mempunyai wajah, kasta,takdir dan nasib (loh loh kok..?! 😂) yang berbeda. CB150R adalah high sport yang memiliki tampilan bagaikan lelaki yang macho,necis dan kekar sedangkan verza merupakan low sport yang memiliki tampilan yang sederhana, rapi dan…… Wajar-wajar saja sih hehehe.

Ergonomi dan handling

Tante dan Ibu saya pun tak ragu membawa Neng CiBi buat belanja ke pasar :mrgreen:

Oke kita bawa dulu All new CB150R, saya dengan tinggi 1.800 mm bisa duduk dengan nyaman diatasnya, posisinya pun ala naked sport pada umumnya lah. Saat dibawa jalan terasa ringan,Stabil saat kecepatan tinggi dan tidak mengintimidasi. Dibawa menikung motor ini nikmat,serta bantingannya pun tergolong pas.

bagaimana dengan verza?  Saat diduduki posisinya sangat nyaman, pokoknya nyaman meskipun joknya keras (setidaknya tak sekeras kehidupan… Apapun itu 😂) saat berjalan juga enteng dan stabil, apalagi saat meliuk-liuk di perkotaan. Motor ini lebih gesit ketimbang All New CB150R. Dibawa menikung pun oke-oke saja tapi bantingannya terhitung keras….. Sekeras hatimu #eh!

Desain dan fitur 

Seperti yang telah dibicarakan tadi, All new CB150R merupakan high sport 150cc yang penampilannya (harus) rupawan demi melawan sang raja high sport 150 cc dari tetangga (yamaha vixion) dan berhasil mencuri angka penjualannya (serta boncengernya… Ehhh).

Dengan bermodalkan disain bodi ala2 moge naked  yang dirampingkan dan kaki-kaki kekar (untuk ukuran sport 150 cc). Yang jelas benar-benar rupawan ( meskipun tak serupawan seber 😅) dibanding pendahulunya yang malah mirip versah (kalo dari depan)😂.

Fitur-fiturnya pun wah punya yaitu LED di semua sektor lampu (biar hemat tagihan listrik hihihi) dengan tampilan futuristik speedometer full digital. Tapi sayang ga ada saklar pemutus hubungan mesin dan pengapian dan pass beam switch untuk mengedip hatimu #eh!

Verza? Tampilannya ala-ala megapro primus yang sesudah menjalankan diet dan diberikan lampu old CB150R tapi dengan kaki-kaki pas serta memakai hak sepatu a.k.a ban yang tebal (meskipun desain bannya udah ada sejak saya masih bayi), ya bisa dibilang disainnya cukupan deh (ga jelek ga ganteng) sesuai dengan harga dirinya (banderolnya hehehe).

Fitur-fiturnya  berupa speedometer digital minus tachometer (dilengkapi trip meter), semua lampu full bohlam dan yang menarik ada footstep pengendara yang bisa ditekuk.

Performa 

Performa All New CB (NCB) jangan diragukan lagi, dengan mesin 150cc DOHC nearly squarepant… Ehh square 6 speed radiator membuat anda ketagihan saat berakselerasi, tenaga nya dikasih merata disetiap putaran mesin. Walaupun gigi 6nya terasa memikul beban berat (ntah kalo feel anda ke saya….. Eh ke NCB deng😂). Dan unit yang dicoba ini bermasalah pada umumnya dikeluhkan user NCB, bunyi ketengnya yang kayak kantong.. Eh! Orang kecekik itu. Oh ya konsumsi BBMnya antara 38-45km/liter tergantung mode berkendara dari diri anda :mrgreen:.

Sedangkan Verza dengan mesin 150 cc air circulation (pendingin udara hihihi)  turunan trail CRF150 nya mampu memberikan sensasi putaran awal yang mantap jiwa dan torsinya melimpah (cucok untuk mendaki tanjakan lewati mobil2 lambat), cocok juga buat bawa beban hidup, barang, boncengan, dan lain-lain. Tetapi diatas kecepatan 85 km/jam nafasnya udah mulai kehabisan akal sampai top speed sekitar 110-115 km/jam. Serta konsumsi BBM yang irit untuk ukuran motor sport 50 km/liter  bila tangan anda sopan dan sekitar 40-45km/liter bila tangan anda nakal.

untuk performa rem keduanya bisa dibilang sama-sama oke meskipun verza pakai rem belakang tromol tapi tak mempengaruhi pengereman keseluruhan (paling mata aja yang agak gatal melihatnya hihihi).

Kesimpulan 

Dari semua yang saya ketik di atas, saya bisa menarik kesimpulan dari 2 sport beda kasta, takdir, nasib dan blablabla ini.

Bila anda butuh motor sport 150 yang Rupawan handling mantap dan performa yang oke serta punya duit 26 jutaan (atau kuat bayar cicilan.. ) maka silahkan Pinang NCB (atau saber sekalian :mrgreen:).

Tetapi apabila anda beli motor sport 150 hanya untuk berkomuter dalam kota dengan gesit, angkut-mengangkut, medan tempat tinggal yang penuh tanjakan dan masa bodoh soal tampilan (atau tidak ingin mencolok dan yang penting punya motor sport) serta kantongnya cuma cukup beli skutik WTF beradiator carilah verza 150.

Oke itu aja, lelah haryanto dek 😂

First impression Honda All New Supra GTR 150, Bebek Super yang Bebek banget!

Hola eperibodih 😂 apa kabarnya puasa hari ke-4 ini? Udah pada Sarapan belum? (Ehhh! Sahur ding!😁😁) kalau sudah yo wiss deh to de titik aja kali ini saya mau bahas sebuah “pandangan pertama” mengenai produk baru Honda, yaitu flagship bebeknya All New Supra GTR 150.

“Supra? Motor bapak-bapak dong? Motor PNS? Motor Guru? Motor ba bu bi be mboh…” Yah begitulah kalau teringat nama Toyota sup…. eh Honda Supra di dalam benak kita, walaupun begitu memang ga salah sih karena mayoritas pemakainya bapak-bapak dan loyalis model ini (lihat aja penjualannya, taglinenya “rajanya motor bebek” dan Supie saya termasuk salah satunya hihihi😁).

Namun semua berubah saat bulan ramadh…. (haduh salah lagi).. saat bebek super yamaha jupiter MX 150 dan MX King menyerang, otomatis pasar Supra Jadi termakan ( bahkan sempat melampaui ) maka dari itu honda pun mulai membuat senjata yang serupa namun tak sama. Ya itu Honda Supra GTR 150 yang pastinya bukan hasil perkawinan Honda NSX, Toyota Supra , dan Nissan GTR 😜. Tapi dari pengembangan Honda Sonic 150 yang dikawinkan dengan gen.1 Revo…( eh! SUPRA ding…! ) dengan kaki-kaki hampir sebesar CB150R gen.2 dan mesin Turunan all new CBR150R.

Disain

Kalau melihat semua sisi, jujur motor ini terbilang pas komposisinya, sporti dapat dari bodi, elegannya juga dapat (kalo versi warna Doff), dan Kekarnya juga (pelek dan ban tapak lebar di depan belakang, ga kaya kompetitor belakang kekar depan cungkring). Dan ada detail menarik di Bagian samping kiri dan kanan area mesin yang menampakkan lekuk seksinya (husss jangan bayangin yg nggak2 ya.. ingat puasa 😂) dan disain cover knalpot yang padat dan oke punya,tapi sayangnya footstep pengendara ga bisa ditekuk (alamat bisa bengkok nih kalau jatuh.. kalah deh ama verza dan all new blade 125). Pokoknya disainnya bisa baik kalau ga bisa dibilang WOW (ntah kalau kata sampeyan).

Meskipun begitu melihat motor ini dari kejauhan malah mirip Honda Revo Fi atau Jupiter MX gen.2. Hadeeh sebenarnya ini yang disayangkan, dengan nama yang disandangkan harusnya lebih ke supra-an (dengan ciri khas lampu sore berbentuk alis dan Lampu rem belakang LED), ini malah terkesan seperti bebek sport dipaksa elegan. (Tapi gpp lah, kapan lagi bapak-bapak bisa gaul pakai supra hihihi😂😂).

Riding position

Jangan abaikan modelnya, asli arab loh… Arab maklum 😂😂😂😂

Karena ga ada kuncinya(maklum khusus untuk internal aja karena belum launching), ya terpaksa cuma ngerasaiin duduk diatas dan Feel nya?
“Great!” Asli feel nya benar-benar bebek tulen! Asli enak dan nyaman nih dibawa ama kaum bapak-ba… upss! Maksudnya dibawa jauh, walaupun begitu busa joknya agak keras juga (suspensinya belum tau lembut apa keras, yang jelas belum disiksa nih motor).

Oh ya… Untuk performa konsumsi BBM handling bla bla bla silahkan baca blog/artikel lain yang udah nayangin duluan hihihi😁😁😁.

Udah itu aja, mau lanjut makan sia…. opsss puasa makzudnya 😅  

(special thanks to Babang Riandy Monru dan PT.Menara Agung) 
Bonus :

Supie Juga Supra GTR… GeTeR lebih tepatnya 😅😅

    Intermezzo : Supie diselamatkan dengan “Pancasila”

    image
    Si supie lagi parkir cantik di kampus

    Hari ini 4 juni 2016 (2 hari menjelang puasa wajib) saya mengalami kejadian yang membuat saya setengah panik setengah linglung (asal otaknya ga setengah juga :p ), setelah menjalani kuliah pagi untuk terakhir kalinya (cukup2 dah, penulis mau fokus ama sekripsi :v ) saya mengalami kehilangan barang beharga berupa kunci kehidupan. Heeee?!!!

    Kunci kehidupan yang dimaksud adalah kunci untuk menghidupkan si supie (bebeb saya… EH! Maksudnya motor bebek saya yang wujudnya seperti Supra X 125 karbu 2010). Kronologisnya saat itu saya baru siap menjalani kuliah pagi ini lalu cepat-cepat bergegas menuju parkiran (laper detected.. maklum belum sarapan) di tengah perjalanan saya menyadari kunci saya tidak ada dalam saku, terpikirlah kalau saya tadi buka jok untuk gantungin kamu helm saya. Yo wiss di kroscek di tempat berdirinya supie dan ternyata….. Ga ada cakkk! Weladalahhhh… apakah ini cinta musibah?

    Lha saya langsung bergegas ke ruangan kampus tempat saya kuliah sebelumnya sambil lirik gadis2 tempat terduga terjatuhnya sebuah kunci sukses kontak dan hasilnya, indak batamu.. ondeeeewh!! Yo wiss balik lagi ke tempat parkir sambil lihat permukaan jalan siapa tahu emas kunci saya jatuh di jalur saya berjalan tadi dan saya baru teringat oleh satpam yang biasa mengamankan dan mengatur parkiran kampus saya UPI YPTK (bukan upi yg di jabar sana ya… bedaaa :v ) yang tercinta (sebenarnya udah boring karena sudah terlalu lama sendiri stay di kampus, skripsi not kelar2 effect 😥 ).

    Saya hampiri pak satpam yang sedang duduk di pos satpam tersebut walaupun pak satpam lagi duduk sendirian karena pak satpam yang lainnya lagi bertugas ( yo dawg 😀 ) dan saya pun bertanya mengenai keberadaan kunci saya. Awalnya dia basa-basi mengenai ciri-ciri motor saya dan meminta saya untuk memberikan stnk saya (buset kayak razia polantas aja) dan akhirnya dia pun menunjukkan kunci sukses supie saya. Alhamdulillah wasyukurillah 🙂 , ternyata memang tadi tertinggal.

    Selesai? Oh belum, pak satpam tersebut urung memberikan kunci kehidupan tersebut kepada saya, nah lho?!!! Usut punya usut sang satpam meminta saya menyebutkan sila-sila yang ada dalam hatimu pancasila ( kalau sila-sila dalam hati gebetan mantan teman bla bla bla saya tak sanggup.. ribeeeeet + makan ati :p :p ) sebagai konsekuensi keteledoran saya dalam hal lupa mengingatmu tadi.

    Ya mau ga mau ya harus diturutin, toh masih mending si supie diselamatin satpam dari pada diselamatin maling 😨😨 bisa-bisa dijadiin kari ilmantul sama ortu😂😂😂. Dan saya pun mulai menyebutkan sila pertama

    satuuu…

    keadilan dan ketuhanan yang maha esa!

    Lhaa! Gawat banget salahnya (efek ga pernah menyebut sila-sila pancasila + grogi effect) tapi saya pun diberi kesempatan lagi untuk mengingat sila-sila dalam pancasila dan saat percobaan kedua pass.

    Pak Satpam tersebut mengapresiasi saya dengan menghadiahkan 1 buah sepeda mo…. eh!!!! Memberikan kunci sukses supie kepada saya kembali dan bergegas cari batagor untuk sarapan + makan siang 😀 (akhirnya kenyang juga).

    Oh ya, balik lagi ke perihal Satpam. Satpam di kampus saya rata-rata dibenci oleh mahasiswa, gimana enggak. Saat lagi duduk santai (pada waktu kampus libur dan sepi. Padahal kami cuma numpang buat tugas Diusir  ) demi ketenteraman dan keamanan kampus dan parkir diarahkan tempat yang ujuuuuuuuuuung pakai banget (ngisi space parkir yang kosong agar merata dan tertata).

    Walaupun begitu, memang tugas satpam diatas ada baiknya seperti penjelasan diatas (walaupun banyak ga sreg nya) tapi khusus kejadian yang saya alami ini. Saya jadi tahu apa fungsi satpam yang sebenarnya dan mereka sudah menjalankan tugasnya dengan baik, malah saya dapat mengingat kembali sila-sila pancasila yang ternyata nyaris hilang dalan ingatan saya ( efek keseringan dengar lagu lumpuhkan ingatanku :p ) dan satpam tersebut mengingatkan kembali pentingnya sila-sila pancasila sebagai dasar Negara RI (y) Salut!!!!!!

    Oke cukup itu saja ( jadi lupa makan batagor gara-gara keasikan nulis 😀 ).

    Test Ride Honda Verza 150 euro 3, low budget sport yang (agak) greget

    image

    Permirsa-pemirsa yang budiman, anda pasti kenal sosok itam kinclong yang diatas? Iya benar itu adalah Honda megaproprimus Verza 150 euro 3 yang kebetulan unit ini adalah punya adik saya.

    Euro 3? Makhluk apa itu? (Eh! Versi apa lagi itu?) hehe itu adalah satuan tingkat emisi (makin besar angka makin ramah lingkungan) dan pemerintah sedang menggalakkan peraturan tentang emisi (yang pada kenyataannya tingkat euro negara kita masih rendah standarnya dibanding negara lain).

    hmmm lalu perbedaan lainnya terletak pada striping dan warna (hitam strip. biru dan strip. Merah, merah gloss dan putih gloss. Padahal dulu warnanya agak metalik..  unit yang diatas aslinya pake strip merah cuma dicabut dan di skotlet hitam biar agak eksklusif 😀 ), cover knalpot krom (ini baru pas, ya walaupun kromnya ga seciamik krom pada motor tahun 2000an), spidometer dengan aksen karbon, sokbreker belakang dengan kelir hitam (padahal warna merah udah kece kok balek hitam lageee… huhuhu) dan setting mesin biar bisa dapet sertifikat euro 3. Selebihnya podo wae sami mawon ( juga tersedia dalam 2 tipe,velg cw dan Jari-jari minus sayap di tangki).

    Desain
    Kalau melihat desain neng versah ( panggilannya hihihi ) seperti fusion megapro primus (tapi dalam bentuk agak kurus dan tinggi), NMP (bak mesinnya.. ya iyalah mesinnya sama :v )  dan old CB150R(bagian depan, jadi sering kecele hahaha). Cukupan lah gak jelek-jelek amat tapi kalau dibilang wah ya ga juga sih xixixi, walaupun begitu ada detil menarik untuk low budget sport ini seperti footstep pengendara yang bisa ditekuk ( sonic dan Supra GTR aja ga ada :v bijimane nih? ) dan melongok daerah spidometer digital, disini minus takometer (nah lho? Walaupun begitu sudah ada tripmeter dan petunjuk sisa bahan bakar dalam bentuk digital) walaupun begitu tak pa lah, toh kawasaki klx 150 dan D-tracker 150 nasib spidonya juga begitu, malah full analog lagi.. menang buat neng versah disisi ini hahaha…. 😀 intinya sektor disain bisa dibilang oke lah 😉

    Performa dan konsumsi BBM
    Saatnya menaiki neng Versah (husss! Ini motor ya :v ) lalu hidupkan mesinnya dan bruuum! Suara nya ngebass dan merdu kayak NMP karbu (yang Fi malah agak kalem suaranya) asli bikin kita doyan geber-geber gasnya 😀 oke mulai jalan dan feel kopling dan gas ringan semua dan taraaaa! Tenaganya nampol dari bawah hingga menengah, kayak motor trail gitu (wajar, ini mesin masih turunan Trail CRF150 tapi ini pakai injeksi.. canggih lah ) buat stop and go didalam kota oke! Dibawa santai nurut (torsinya berasa di setiap putaran), touring ayo dannn bisa diajak pecicilan hihihi…

    Tapi dengan catatan apabila sudah menembus 85 km/jam keatas barulah neng versah terasa napasnya tersengal-senga hingga bisa meraih kecepatan maksimum antara 110-115 km/jam (maklum lebih torsi ketimbang tenaga) tapi performa ini udah oke banget buat low budget sport 😉 (ntah klau kata anda).

    Oh ya! Konsumsi BBM motor ini terbilang pelit irit ( 42 s/d 50 km/liter tergantung riding style dan jenis bahan bakar ) dan ini adalah motor sport, ada tangki berkapasitas 11 liter (kalau ga salah ya :v ) untuk mendukung progam gas tipis. Pokoknya kantong dijamin bahagia deh ga pake merengek nangis-nangis hahaha 😀

    Egronomi dan pengendalian
    Egronomi neng Versah terbilang nyaman dan santai (tahu dewek lah onda kayak mana 😀 ) dengan posisi footstep maju kedepan dan posisi stang tinggi. Lalu soal pengendalian, boleh dibilang motor ini stabil khas sport masa kini (walaupun getarannya lumayan tapi bisa diredam pada karet di dudukan stangnya) dibawa nikung kecepatan tinggi pun manut-manut aja tanpa drama india berlebihan. Kalaupun ada komplain datang dari ban bawaan yang agak licin ( dan bentuknya jadul ).

    Tapi kestabilan ini dibayar dengan suspensi belakang yang keras (padahal set nya udah paling empuk) tapi kalau dipake boncengan (duduk di seat boncenger nyaman jg) dan angkut side box rotan beban bla bla bla ga bakalan amblas dan malah jadi nyaman ( siap jadi motor beban nih.. ditambah tenaga mesin yang nampol pula… joss dah) sektor ini bisa dibilang oke b.g.t (y)

    Kesimpulan
    Neng versah ini cocok buat anda yang udah ngebet banget Motor laki (juga ingin naik kelas dari skutik dan bebek)  tapi dompetnya udah kayak aki-aki, jadi kuda beban, atau pemula yang ingin langsung menapaki motor sport (real man use manual clutch katanya :v ) dan bla bla bla ( cocokin aja sendiri hihihi ). komposisi semua faktor dari motor ini bisa dibilang agak Greget (kalau greget banget ntar marah om mad dog :v )  dan juga dengan dukungan aftersales khas Honda. Value for money nya dapet banget dah 😀 yeaaaaaah.

    Oce itu aja (ntar kalau kepanjangan capek bacanya :v ).

    Bonus:

    image

    image
    Pas pakai undercowl, asli guanteng!

    image
    Warna aslinya

    ilmantul.wordpress.com berpartisipasi dalam 10th Astra Honda Safety Riding Competition 2016, DagDigDug blar!

    image

    Hari Sabtu pagi jam 8.00 10.30 wib tanggal 14 mei saya bergegas untuk OTW ke bandara untuk menghadiri kompetisi safety riding akbar dari astra honda motor yang di selenggarakan di Negeri seberang singapura alias Batam 🙂 🙂

    Tapi saat berangkat si supie (motor kesayangan saya tuh) yg rencana nya akan dititipkan ke teman tiba-tiba mati mendadak… saat di cek ternyata bermasalah di bagian pengapian.. duhhhhhhhh malah pesawat terbang jam 11.50 lg… whaaaaaaa!

    Tapi syukurnya seorang teman yg biasa nongki bersama di war. Lontong sekitar kospun muncul tiba-tiba saat keadaan genting.. lalu motor di stut ke kandangnya… lalu saya minta tlg diantarkan ke terminal pesawat Padang yang bernama BIM dan dia pun mengiyakan.

    Tapi itu rasanya belum juga bikin panik stop… ternyata waktu sudah menunjukkan jam 11.00 wib…. Ke BIM dari kos aja udah 30 km lebih… belum kondisi dan keadaan jalan yang rusak dan padat.. terpaksa salah satu cara menghadapinya adalah gas pol rem sedikit! Jalan yang tadinya berlobang dan bergelombang pada rata (maaf teman atas tersiksanya motormu ) dan akhirnya sampai di tujuan dengan waktu 37 menit… fiuhhhh….

    Belum selesai sampai disitu pesawat ternyata 7 menit lagi sudah mau cussss dan lagi-lagi keberuntungan datang dari petugas bandara yang ternyata adalah teman dari Instruktur saya yang memberikan kemudahan masuk dan melewati antrian agar makin cepat masuk ke pesawat dan syukurlah 2 menit sebelum close door saya sampai ke dalam pesawat…

    Dan saat pesawat mendarat dengan mulus dan kami naik Damri mikrobus… disitu lagi saya nyaris saja semaput… sesudah turun dari DamRi Dompet saya    ngeloyor dari kantong dan beruntung saya sempat meraba kantong setelah beberapa detik mikrobus ngegas meninggalkan kami dan saya pun berteriak dan melambaikan tangan ke arah mikrobus dan syukurlah supir ngeh dan langsung memberhentikan damrinya dan memang tertinggal dsitu hehehe….

    Akhirnya saya sampai di kos hotel planet Holiday Batam sambil menikmati pemandangan ke arah singapura yang agak ngeblur.

    image

    Dan keesokan harinya pun menjalani latihan bebas seperti biasa setelah spot jantung di hari sebelumnya huhuhuw

    Hari berikutnya (setelah hari sebelumnya I feel free.. eh! Free practice) pada pagi hari jam 8 setelah sarapan sepuasnya :v saya pun kembali mengikuti ujian teori dengan menjawab soal yang udah diolah oleh panitia untuk diisi, setelah itu lanjut tidur lagi hihihi…

    Satu yang unik setelah bangun sore saya dan instruktur dkk mencari makan di sekitaran jodoh centre (tapi ga ketemu juga jodohnya :p) dan kami beruntung mendapat PKL yang menjual nasi padang dengan harga buruh kerja (dan harga mahasiswa tentunya 😀 ) dan rasanya enak sekali (maklum laper tapi rasanya lumayan kok (y) ) dan ditambah dengan dendangan lagu khas minang di lapak kaset tersebut… jadi serasa di padang bukan di batam hehehe

    Lanjut hari ke-3 dan dimulailah perlombaan praktek safety ridingnya di lap. Brimob kota Batam (klo ga salah) mulai dari pengereman yang ternyata kena diskualifikasi (akibat overspeed dan pernikahan dini.. eh! Pengereman dini deng :v) lalu lanjut dengan papan keseimbangan yang dimana terkena pengurangan poin akibat posisi siku tidak pada jalan yang benar ckckck… sesudah itu lanjut dengan slalom course untuk kelas advisor dealer, skutik, dan bigbike (pakai CB500F.. wew wew wew) dinner di restoran harbour day dengan suasana pinggir laut yang keliatan gemerlap lampu negara singgah ke dapur ( dari kejauhan ) dan lagu anak medan yang khas ( nah lho???? ).

    Keesokan harinya, pada pagi hari seperti biasa menikmati sarapan sepuasnya dengan menu yang pastinya susah untuk dihabiskan dan setelah itu dimulai lah opening ceremonial yang disaksikan oleh petinggi-petinggi PT.AHM, PT.Capella (selaku main dealer tuan rumah dilaksanakannya acara tersebut) perwakilan Kepala Satlantas dan Kepala dinas perhubungan Kepri. Usai acara tersebut dilanjutkan dengan pembukaan slalom course oleh Perwakilan Satlantas tsb. (Ditempat yang sama pada hari kemarin) dan saat tiba giliran saya dan lagi-lagi kurang beruntung. Motor saya mati di rintangan u-turn yang memangkas habis poin saya (Nasieeeeeb) dan pada malam harinya dilaksanakan lagi closing ceremonial dengan pemberian gelar juara kepada masing-masing kelas perlombaan dan selamat deh buat yang juara yang ga bisa disebutin satu-satu (penulis lagi gondok ga juara :v).

    Lalu keesokan harinya dengan kegiatan pagi yang sama saya dkk pun mengikuti sesi city tour di batam untuk ber-selpi ria di barelang dan tulisan “welcome to kepri” (eh! Welcome to Batam ding :v ) dan diakhiri belanja oleh-oleh di daerah Nagoya (klo ga salah hhihi) dan keesokan harinya pun kami kembali ke Ranah minang tacinto 🙂

    Udah itu aja dan sekian 😀

    Bonus :

    image

    image
    Jembatan barelang cuy 😀

    image Me and my instructor 😀 in “welcome to batam”

    image Selift dengan sekompi blogger-blogger kondang (selfihnya agak berantakan :v)