Test ride Honda All New PCX 2018, Si cantik yang keras

Assalamualaikum wr wb selamat sore pembaca ilmantul.wordpress.com yang sedang mengalami fase bulan tua (yang anehnya membangkitkan gairah menulis hmmm) tapi sebelumnya bingung mau nulis apaan, sampai akhirnya terbayang dengan pesona sebuah skuter matik maxi entry (iya maxi entry karena masih 150 seseh) milik honda yaitu All New PCX 150.

Oke deh WA Ke dealer melalui VIC Community Honda PT.Menara Agung Bang Fadhila Oster untuk izin test ride dan dikabulkan (Horeeeeee… Terima kasih) langsung cuzzz. Setelah lihat unit nya dengan warna putih mutiara langsung terbayang “wah kamu cantik juga ya say” oke disinilah kita mulai penilaiannya. MUSI….. ehhhhh LANJUT! ο˜‚

EKSTERIOR
Cantik! Iya cantik (kayak kamu ihihihihihhh praaakk) asli tampilannya yang dulu saja elegan sekarang tambaaahhh elegan nan cantik bagaikan artis korea yang udah cantik dari sananya dioprasi plastik jadi makin cantiiik lagi!

Tampilan depannya masih khas PCX tapi dengan desain Lampu depannya kini dengan senja terpisah dengan lampu utama bagaikan sebuah alis (Sudah Full LED dengan sein pastinya) dengan cahaya yang Cantik.

Lanjut ke samping, garis bodi ya mirip2 lah dengan ciri khas PCX yang menawan. Kebelakang? Nah ini yang berubah jauh dari yang lama, sama-sama full LED dengan gen 2 tapi tampilannya lebih ciamik dengan signature X light bar LED yang mevvah, COOL!

Meskipun begitu, saya merasakan buatan lokal ini bodinya agak-agak gimana gitu kualitas plastiknya (yang diketuk-ketuk bunyinya mirip plastik punya vario yang…. gitu deh, kurang solid).

KAKI-KAKI
Kalau dulu PCX punya badan gede kaki kerampingan sekarang sudah di upgrade dengan ukuran 100/80 R14 di depan dan 120/80 R14 di belakang untuk membungkus pelek yang sekarang lebih lebar dan berdesain baru. (Ya walaupun ga selebar enmak tapi okelah).

Shockbreaker tetap seperti yang dulu (depan teleskopik belakang dual shock) yang entah kenapa kok feelnya berbeda dan tak seperti kamu yang du… eh!

Oh ya remnya depan belakang cakram! MANTAP! (Feelnya tar diceritain di sesi pengendaraan)

FITUR
Sebenarnya banyak fitur-fitur yang ditawarkan pcx ini (jujur disesi ini penulis sampai malas menceritakannya, tapi oke deh di cecar satu-satu) mulai dari keyless remote. Iya, si pcx baru ini ga pakai dedek kunci lagi buat nyalain kontaknya, cukup pencet remot, pencet n puter katup ko… (ups) kontaknya lalu idup deh kontaknya (oh ya remote ini juga berfungsi untuk mengaktifkan alarm dan manggil motor a.k.a answer back system).

Spidometernya pun dengan desain baru full digital, infonya pun lumayan lengkap seperti tripmeter, rata-rata konsumsi bbm, jam digital dan real time konsumsi BBM.

Untuk pengereman ada fitur ABS 1 channel yang mencegah roda depan kepeleset saat pengereman keras (ingat cuma roda depan saja, belakang mah Asal Berhenti Syukur) sayangnya cuma ada di tipe dengan fitur ini pula.

Sisanya? Ya mirip-mirip sama PCX Gen.2 (cek di google aja huehehe)

PERFORMA DAN HANDLING
Mula-mula dihidupkanlah kontak keyless nya dan tarik handle rem kiri yang dalam lalu stater dan tiba-tiba mesin sudah menyala (ACG Stater gituloh), kesan pertamanya adalah getarannya yang halus. Setelah pasang helm dan izin ke pihak dealer barulah motor ini dibawa jalan.

Halus, iya ga ada gredeg2 seperti yang dulu (baru juga soalnya) tapi ada andil dari CVT yang desain serta dalamannya Baru semua (ntah mesinnya, tapi dengan penambahan tenaga).

Tarikan awalnya enak sekali, ga perlu muter gas banyak motor udah menggelinding, lalu dibawalah motor ke jalan lurus di pantai purus Padang untuk memacu performanya.

Yang dirasakan tarikan menengahnya cendrung halus alias landai (bukan bearti lemot karena naik kecepatannya masih tergolong cepat) tapi begitu masuk putaran atas malah mau tambuah ciek a.k.a galak lagi (nah dsitu penulis tidak melanjutkannya lagi dengan posisi spidometer di kecepatan 100 km/jam karena jalanan padat). Konsumsi BBM? Search di google aja, penulis ga sempat menguji karena keterbatasan waktu.

Lanjut ke pengendaraan, saat digeber di kecepatan tinggi si PCX ini stabil sangat. Begitu juga dibawa menikung juga demikian. Nah masalah baru muncul ketika melibas jalanan berlobang dan bergelombang, Suspensinya bikin isi perut saya yang kosong terombang-ambing. Tampilan cantik tapi bawaannya keras, ditambah dengan busa jok bawaan yang juga sekeras kehidupan people zaman now. Kelar sudah (please dibikin empuk gitu).

Soal pengereman, nah ini masih pakai combi brake a.k.a CBS khas honda (bukan ABS) tapi dipasangkan dengan rem cakram depan 3 piston dan belakang 1 piston yang hasilnya ini adalah Rem matik Honda paling pakem yang pernah saya tes! Malah CBS lebih cocok disandingkan dengan rem ini, makin jarang dah make tuas rem depan karena tekan tuas kiri aja pengeremannya berasa lebih dari cukup.

KESIMPULAN
Setelah mengetesnya selama 15 menit keliling jalan pantai purus Padang. Saya mendapat kesimpulan bahwa motor ini di pandang-pandang emang cantik, fitur berlimpah dan layak beli (apalagi udah dirakit lokal dan harganya yang Rp 27,8 juta untuk varian std kalau ga salah) performanya halus namun mantap (Remnya demikian, ga ada cerita rem ga pakem atau rem blong disini) meskipun begitu anda harus cuek sama bantingan serta joknya yang keras itu dan kualitas plastik yang menurun dari PCX CBU yang pernah dijual sudah-sudah.

Udah itu aja pemirsah, sekian dan terima nasi bungkus

Waalaikumsalam wr wb.

Advertisements

Beberapa alasan mengapa motor bebek tetap bertahan di tengah gempuran motor matik versi ilmantul.wordpress.com

Halo semua luaaaaaaaamaaaa tak berjumpa setelah sekian lamaaaaa banget kehilangan gairah menulis pada akhirnya rindu juga (jangan rindu, berat. Lah πŸ˜‚) tanpa memperpanjang ina ini itu langsung aja deh ke pembahasan judul kita yang menceritakan sebuah jenis motor yang dulu sangaaat berjaya dan mendapat predikat motor paling laris sedunia seperti honda cub, yang sekarang ini tahta larisnya direbut spesies motor matik yang praktis dan kekinian. Nah oleh karena itu Kita membahas motor cub alias kwek2 atau yang lebih dikenal motor bebek yang mampu bertahan di tengah gempuran matik (dan sport) versi saya dewe. lanjut!

HEMAT DI SEGALA SISI

Kalau anda orang atau pengusaha yang sangat cermat dengan perhitungan (atau pelitnya kayak tuan krab) maka motor kwek2 adalah pilihan yang tepat sekali, bukan rahasia umum kok kalau konsumsi bbmnya, biaya servis dan hampir semua spare parts nya murah!

Coba deh datang naik matik servis di bengkel resmi (apapun itu mereknya) ambil servis lengkap (bersihin filter, cvt, dan thortle body/karbu serta ganti oli.. belum lagi spare parts yang diganti) 100rb lebih ga kemana tuh. Bandingkan dengan bebek yang sekali servis paling kena 70rb atau 80rb paling mentok dengan treatment yang sama (pastinya ga pake cvt kecuali repo at ama leksam, masih menjadi misteri gimana servisnyaπŸ˜…)

konsumsi bbm? Nah kalau anda bangga naik mbit injeksi dapat 1:45 atau kalau eco style bisa 1:55km/liter, naik bebek karbu dengan cara yang sama dapat 1:60, malah kalau bebek injeksi dengan cc yg sama dengan mbit dapet 1:70 an… COOL!

Spare parts? Nah motor bebek terbilang simpel dan tak serumit matik yang komponen siviti nya yang kompleks (harganya hehehe) makanya punya matik musti rajin cek dan bersihin cvt nya (ingat kalo rusak biayanya lebih mahal ketimbang setengah overhaul mesin) πŸ˜…

Tangguh

Ga percaya? kalau gitu tinggal anda panteng aja daerah-daerah pedesaan atau perkebunan (atau sejenisnya lah itu) motor bebek banyak dipakai untuk angkut-mengangkut beban (jangan angkut beban hidupku, berat.. loh loh πŸ˜‚) tapi kebanyakan user matik liat motor bebek kesusahan menanjak alias ga sekencang matik tapi tunggu dulu, biarpun perlahan tapi pasti dan tak peduli berapa muatannya dia tetap naik (apa kamu kuat kayak aku… duck bike said)

tak hanya itu, bebek dikenal punya rangka yang kuat, buat ini saya sudah membuktikannya saat supie saya (panggilan keasayangan honda supra x 125 2010 yang bodinya udah geter kesana kemari itu) dihajar dari samping oleh bapak2 naik beat yg ngantuk di perempatan alhasil sayap sebelah kiri pecah, footstep bengkok dan itu saja. Beat? Udah bodi depannya hancur tak bersisa ditambah rangka serta stangnya mundur ke belakang ( menghasilkan sudut kemudi yang serasa naik herli dapretsoon) tapi hampir semua matik saat menabrak pun demikian ancurnya (ada yg bilang buat safety tapi ya gitu deh)

Saat kaki si bebek menghantam lubang yang setajam silet pun mentok-mentok pelek peang dan sok bocor. Pengendara matik? Selain masalah yang sama mereka bisa terkena resiko crankcase mesin jebol (ya tau lah mesin dan cvt jadi lengan ayun) yang biayanya amit2 daghhhhh.

dan… yang suka males antri servis tenang. Motor bebek asal rutin ganti oli mesin dijamin masih lancar jaya πŸ˜‡ (paling kalau mati bisa salahlan busi atau karbu/TB dan filternya nya kotor.. makanya SERVIS!)

ENGINE BRAKE

Salah satu keadaan jalanan yang sering meneror pengendara matik adalah jalan turunan, jika matik bisa ngasepin bebek saat tanjakan maka saat turunan matik bisa nyelonong sesuka hati kalau ngeremnya juga sesuka hati. Kalau kejadian ya kayaknya pasrah deh, atau mengharapkan engine brake yang ga seberapa ya tetap aja gitu.

Nah makanya kalau2 si bebeb mengalami naas serupa dia punya kesempatan yaitu 4 gigi (rata2 bebek semi manual kecuali satria old yang 5 speed). Tinggal turunkan perlahan hingga ke 1 maka dia bisa mengurangi dan menahan laju secara signifikan.

Percaya atau tidak teman saya sering turun dari daerah sitinjau lauik padang (yang sering liat bis gasruk atau yg viral truk patah sasis di salah satu tikungan sitinjau lauik pasti tau lah) pakai gigi 1 di turunan sepanjang 20 km dengan keadaan rem yg parah (banyakan blong ketimbang gigitnya).

Dan rata-rata pengendara bebek yang beralih ke matik (terutama yg H sayap) mengeluhkan rem matik yang gak sepakem motor bebek (kecuali kalo rem kwek2 bermasalah). Jadi paranoid kalau2 ada mobil di depannya ngerem mendadak atau lewat turunan.

CUKUP PRAKTIS

Hmmm sektor ini sebenarnya masih dipegang matik karena dek nya (kalo yang rata ya) bisa angkut 2 galon atau 1 gas 12 kilo dengan mengorbankan kakinya di footstep boncenger) tapi tetap si bebek bisa bawa 1 galon atau 1 gas 3 kilo (ya kali bawa 12 kilo di tengah πŸ˜‚ kecuali mau ngikatnya d belakang).

Bagasi motor bebek juga cukupan meskipun ga selega matik2 mainstream zaman now (kalau mau beli aja supra helm in yang lebih gede dikit dari vario wtf) tapi urusan bawa2 belanjaan mereka samaan kok.

Yang jelas ga seribet naik motor sport yang miskin atau ga ada sama sekali bagasi yang bikin amsyong tukang shoping sana sini.

Masih diminati kaum dewasa dan lansia

Suatu cerita saat baru2 pindah kos ada tetangga saya yang punya jupiter mx 5 speed yang bisa dibilang umur empunya ada sekitar setengah abad lebih. Selang beberapa bulan kemudian si mx udah berubah jadi supra 125 fi gress dari dealer. Lah si mx tadi dimana? Ternyata dia dijual pemirsah.

Nah betapa hebatnya daya tarik motor bebek terhadap kaum zaman old. Rata-rata mereka masih betah dengan rasa berkendara sebuah bebek dan kepraktisannya (atau mlah bernostalgia dan beli astrea grand dengan harga 80 juta πŸ˜‚) meskipun ditengah gempuran dinasti matik sekalipun.

Bahkan masih ada Ibu-ibu yang masih seneng naik dan membeli motor bebek dan rata-rata mereka punya skill mumpuni dibandingkan ibu-ibu naik matik tapi rata2 kebanyakan lupa fungsi sein.

Nah si bebek masih dicintai kaum loyalis bebek yang kebanyakan orang dewasa yang ga neko-neko dan sederhana (padahal dompetnya tebel).

MASIH DIPAKAI BUAT ROAD RACE

Kalau liat balap resmi dadakan alias pasar senggol atau bahasa kerennya road race pasti masih sangat banyak peserta memakai motor jenis ini, kenapa?

Karena genre motor ini lincah (dan rata2 punya pengereman bagus + engine brake, ideal untuk late braking) dan modal ganti sok belakang dengan merek tertentu serta stel teleskopik sok depan udah buat motor ini sangat stabil dibawa menikung di kecepatan tinggi dan rata2 dipakai buat alat asah skill untuk naik ke jenjang balapan motor sport.

Nah itu lah beberapa alasan kenapa motor bebek itu kuat (lebih kuat dari sebuah rindu) dari gempuran motor matik masa kini.

Udah gitu aja, saya mau malmingan dulu.

(Eh gak jadi deh… Lupa kalo masih bujang tulen πŸ˜…)

Honda All new CB150R Streetfire vs Honda Verza 150, Perbandingan low vs high sport 150 CC

Olah!!!! Jumpa lagi setelah sekian lama tak berjumpa dengan anda, iya… Anda πŸ˜‚ (eror dah). Mohon maaf apabila saya menghilang dari tulisan ini maklum lagi fokus skripsi kenyataannya lagi acak abdu.. Ehhh acak-acakan kayak rambut gondrong mahasiswa tuaπŸ˜… oke to the topic mengenai perbandingan sport 150 kelas bawah dan top of the  line. 

Neng Versah dan Neng CiBi :mrgreen:

Yah ini dia Honda Verza 150 dan Honda all new CB150R, meskipun brojol satu pabrikan dan sama-sama mempunyai kelamin yang sama yaitu sport a.k.a batangan (“motor batangan” hihihi). Mereka mempunyai wajah, kasta,takdir dan nasib (loh loh kok..?! πŸ˜‚) yang berbeda. CB150R adalah high sport yang memiliki tampilan bagaikan lelaki yang macho,necis dan kekar sedangkan verza merupakan low sport yang memiliki tampilan yang sederhana, rapi dan…… Wajar-wajar saja sih hehehe.

Ergonomi dan handling

Tante dan Ibu saya pun tak ragu membawa Neng CiBi buat belanja ke pasar :mrgreen:

Oke kita bawa dulu All new CB150R, saya dengan tinggi 1.800 mm bisa duduk dengan nyaman diatasnya, posisinya pun ala naked sport pada umumnya lah. Saat dibawa jalan terasa ringan,Stabil saat kecepatan tinggi dan tidak mengintimidasi. Dibawa menikung motor ini nikmat,serta bantingannya pun tergolong pas.

bagaimana dengan verza?  Saat diduduki posisinya sangat nyaman, pokoknya nyaman meskipun joknya keras (setidaknya tak sekeras kehidupan… Apapun itu πŸ˜‚) saat berjalan juga enteng dan stabil, apalagi saat meliuk-liuk di perkotaan. Motor ini lebih gesit ketimbang All New CB150R. Dibawa menikung pun oke-oke saja tapi bantingannya terhitung keras….. Sekeras hatimu #eh!

Desain dan fitur 

Seperti yang telah dibicarakan tadi, All new CB150R merupakan high sport 150cc yang penampilannya (harus) rupawan demi melawan sang raja high sport 150 cc dari tetangga (yamaha vixion) dan berhasil mencuri angka penjualannya (serta boncengernya… Ehhh).

Dengan bermodalkan disain bodi ala2 moge naked  yang dirampingkan dan kaki-kaki kekar (untuk ukuran sport 150 cc). Yang jelas benar-benar rupawan ( meskipun tak serupawan seber πŸ˜…) dibanding pendahulunya yang malah mirip versah (kalo dari depan)πŸ˜‚.

Fitur-fiturnya pun wah punya yaitu LED di semua sektor lampu (biar hemat tagihan listrik hihihi) dengan tampilan futuristik speedometer full digital. Tapi sayang ga ada saklar pemutus hubungan mesin dan pengapian dan pass beam switch untuk mengedip hatimu #eh!

Verza? Tampilannya ala-ala megapro primus yang sesudah menjalankan diet dan diberikan lampu old CB150R tapi dengan kaki-kaki pas serta memakai hak sepatu a.k.a ban yang tebal (meskipun desain bannya udah ada sejak saya masih bayi), ya bisa dibilang disainnya cukupan deh (ga jelek ga ganteng) sesuai dengan harga dirinya (banderolnya hehehe).

Fitur-fiturnya  berupa speedometer digital minus tachometer (dilengkapi trip meter), semua lampu full bohlam dan yang menarik ada footstep pengendara yang bisa ditekuk.

Performa 

Performa All New CB (NCB) jangan diragukan lagi, dengan mesin 150cc DOHC nearly squarepant… Ehh square 6 speed radiator membuat anda ketagihan saat berakselerasi, tenaga nya dikasih merata disetiap putaran mesin. Walaupun gigi 6nya terasa memikul beban berat (ntah kalo feel anda ke saya….. Eh ke NCB dengπŸ˜‚). Dan unit yang dicoba ini bermasalah pada umumnya dikeluhkan user NCB, bunyi ketengnya yang kayak kantong.. Eh! Orang kecekik itu. Oh ya konsumsi BBMnya antara 38-45km/liter tergantung mode berkendara dari diri anda :mrgreen:.

Sedangkan Verza dengan mesin 150 cc air circulation (pendingin udara hihihi)  turunan trail CRF150 nya mampu memberikan sensasi putaran awal yang mantap jiwa dan torsinya melimpah (cucok untuk mendaki tanjakan lewati mobil2 lambat), cocok juga buat bawa beban hidup, barang, boncengan, dan lain-lain. Tetapi diatas kecepatan 85 km/jam nafasnya udah mulai kehabisan akal sampai top speed sekitar 110-115 km/jam. Serta konsumsi BBM yang irit untuk ukuran motor sport 50 km/liter  bila tangan anda sopan dan sekitar 40-45km/liter bila tangan anda nakal.

untuk performa rem keduanya bisa dibilang sama-sama oke meskipun verza pakai rem belakang tromol tapi tak mempengaruhi pengereman keseluruhan (paling mata aja yang agak gatal melihatnya hihihi).

Kesimpulan 

Dari semua yang saya ketik di atas, saya bisa menarik kesimpulan dari 2 sport beda kasta, takdir, nasib dan blablabla ini.

Bila anda butuh motor sport 150 yang Rupawan handling mantap dan performa yang oke serta punya duit 26 jutaan (atau kuat bayar cicilan.. ) maka silahkan Pinang NCB (atau saber sekalian :mrgreen:).

Tetapi apabila anda beli motor sport 150 hanya untuk berkomuter dalam kota dengan gesit, angkut-mengangkut, medan tempat tinggal yang penuh tanjakan dan masa bodoh soal tampilan (atau tidak ingin mencolok dan yang penting punya motor sport) serta kantongnya cuma cukup beli skutik WTF beradiator carilah verza 150.

Oke itu aja, lelah haryanto dek πŸ˜‚

First impression Honda All New Supra GTR 150, Bebek Super yang Bebek banget!

Hola eperibodih 😂 apa kabarnya puasa hari ke-4 ini? Udah pada Sarapan belum? (Ehhh! Sahur ding!😁😁) kalau sudah yo wiss deh to de titik aja kali ini saya mau bahas sebuah “pandangan pertama” mengenai produk baru Honda, yaitu flagship bebeknya All New Supra GTR 150.

“Supra? Motor bapak-bapak dong? Motor PNS? Motor Guru? Motor ba bu bi be mboh…” Yah begitulah kalau teringat nama Toyota sup…. eh Honda Supra di dalam benak kita, walaupun begitu memang ga salah sih karena mayoritas pemakainya bapak-bapak dan loyalis model ini (lihat aja penjualannya, taglinenya “rajanya motor bebek” dan Supie saya termasuk salah satunya hihihi😁).

Namun semua berubah saat bulan ramadh…. (haduh salah lagi).. saat bebek super yamaha jupiter MX 150 dan MX King menyerang, otomatis pasar Supra Jadi termakan ( bahkan sempat melampaui ) maka dari itu honda pun mulai membuat senjata yang serupa namun tak sama. Ya itu Honda Supra GTR 150 yang pastinya bukan hasil perkawinan Honda NSX, Toyota Supra , dan Nissan GTR 😜. Tapi dari pengembangan Honda Sonic 150 yang dikawinkan dengan gen.1 Revo…( eh! SUPRA ding…! ) dengan kaki-kaki hampir sebesar CB150R gen.2 dan mesin Turunan all new CBR150R.

Disain

Kalau melihat semua sisi, jujur motor ini terbilang pas komposisinya, sporti dapat dari bodi, elegannya juga dapat (kalo versi warna Doff), dan Kekarnya juga (pelek dan ban tapak lebar di depan belakang, ga kaya kompetitor belakang kekar depan cungkring). Dan ada detail menarik di Bagian samping kiri dan kanan area mesin yang menampakkan lekuk seksinya (husss jangan bayangin yg nggak2 ya.. ingat puasa 😂) dan disain cover knalpot yang padat dan oke punya,tapi sayangnya footstep pengendara ga bisa ditekuk (alamat bisa bengkok nih kalau jatuh.. kalah deh ama verza dan all new blade 125). Pokoknya disainnya bisa baik kalau ga bisa dibilang WOW (ntah kalau kata sampeyan).

Meskipun begitu melihat motor ini dari kejauhan malah mirip Honda Revo Fi atau Jupiter MX gen.2. Hadeeh sebenarnya ini yang disayangkan, dengan nama yang disandangkan harusnya lebih ke supra-an (dengan ciri khas lampu sore berbentuk alis dan Lampu rem belakang LED), ini malah terkesan seperti bebek sport dipaksa elegan. (Tapi gpp lah, kapan lagi bapak-bapak bisa gaul pakai supra hihihi😂😂).

Riding position

Jangan abaikan modelnya, asli arab loh… Arab maklum 😂😂😂😂

Karena ga ada kuncinya(maklum khusus untuk internal aja karena belum launching), ya terpaksa cuma ngerasaiin duduk diatas dan Feel nya?
“Great!” Asli feel nya benar-benar bebek tulen! Asli enak dan nyaman nih dibawa ama kaum bapak-ba… upss! Maksudnya dibawa jauh, walaupun begitu busa joknya agak keras juga (suspensinya belum tau lembut apa keras, yang jelas belum disiksa nih motor).

Oh ya… Untuk performa konsumsi BBM handling bla bla bla silahkan baca blog/artikel lain yang udah nayangin duluan hihihi😁😁😁.

Udah itu aja, mau lanjut makan sia…. opsss puasa makzudnya 😅  

(special thanks to Babang Riandy Monru dan PT.Menara Agung) 
Bonus :

Supie Juga Supra GTR… GeTeR lebih tepatnya 😅😅

    Intermezzo : Supie diselamatkan dengan “Pancasila”

    image
    Si supie lagi parkir cantik di kampus

    Hari ini 4 juni 2016 (2 hari menjelang puasa wajib) saya mengalami kejadian yang membuat saya setengah panik setengah linglung (asal otaknya ga setengah juga :p ), setelah menjalani kuliah pagi untuk terakhir kalinya (cukup2 dah, penulis mau fokus ama sekripsi :v ) saya mengalami kehilangan barang beharga berupa kunci kehidupan. Heeee?!!!

    Kunci kehidupan yang dimaksud adalah kunci untuk menghidupkan si supie (bebeb saya… EH! Maksudnya motor bebek saya yang wujudnya seperti Supra X 125 karbu 2010). Kronologisnya saat itu saya baru siap menjalani kuliah pagi ini lalu cepat-cepat bergegas menuju parkiran (laper detected.. maklum belum sarapan) di tengah perjalanan saya menyadari kunci saya tidak ada dalam saku, terpikirlah kalau saya tadi buka jok untuk gantungin kamu helm saya. Yo wiss di kroscek di tempat berdirinya supie dan ternyata….. Ga ada cakkk! Weladalahhhh… apakah ini cinta musibah?

    Lha saya langsung bergegas ke ruangan kampus tempat saya kuliah sebelumnya sambil lirik gadis2 tempat terduga terjatuhnya sebuah kunci sukses kontak dan hasilnya, indak batamu.. ondeeeewh!! Yo wiss balik lagi ke tempat parkir sambil lihat permukaan jalan siapa tahu emas kunci saya jatuh di jalur saya berjalan tadi dan saya baru teringat oleh satpam yang biasa mengamankan dan mengatur parkiran kampus saya UPI YPTK (bukan upi yg di jabar sana ya… bedaaa :v ) yang tercinta (sebenarnya udah boring karena sudah terlalu lama sendiri stay di kampus, skripsi not kelar2 effect πŸ˜₯ ).

    Saya hampiri pak satpam yang sedang duduk di pos satpam tersebut walaupun pak satpam lagi duduk sendirian karena pak satpam yang lainnya lagi bertugas ( yo dawg πŸ˜€ ) dan saya pun bertanya mengenai keberadaan kunci saya. Awalnya dia basa-basi mengenai ciri-ciri motor saya dan meminta saya untuk memberikan stnk saya (buset kayak razia polantas aja) dan akhirnya dia pun menunjukkan kunci sukses supie saya. Alhamdulillah wasyukurillah πŸ™‚ , ternyata memang tadi tertinggal.

    Selesai? Oh belum, pak satpam tersebut urung memberikan kunci kehidupan tersebut kepada saya, nah lho?!!! Usut punya usut sang satpam meminta saya menyebutkan sila-sila yang ada dalam hatimu pancasila ( kalau sila-sila dalam hati gebetan mantan teman bla bla bla saya tak sanggup.. ribeeeeet + makan ati :p :p ) sebagai konsekuensi keteledoran saya dalam hal lupa mengingatmu tadi.

    Ya mau ga mau ya harus diturutin, toh masih mending si supie diselamatin satpam dari pada diselamatin maling 😨😨 bisa-bisa dijadiin kari ilmantul sama ortu😂😂😂. Dan saya pun mulai menyebutkan sila pertama

    satuuu…

    keadilan dan ketuhanan yang maha esa!

    Lhaa! Gawat banget salahnya (efek ga pernah menyebut sila-sila pancasila + grogi effect) tapi saya pun diberi kesempatan lagi untuk mengingat sila-sila dalam pancasila dan saat percobaan kedua pass.

    Pak Satpam tersebut mengapresiasi saya dengan menghadiahkan 1 buah sepeda mo…. eh!!!! Memberikan kunci sukses supie kepada saya kembali dan bergegas cari batagor untuk sarapan + makan siang πŸ˜€ (akhirnya kenyang juga).

    Oh ya, balik lagi ke perihal Satpam. Satpam di kampus saya rata-rata dibenci oleh mahasiswa, gimana enggak. Saat lagi duduk santai (pada waktu kampus libur dan sepi. Padahal kami cuma numpang buat tugas Diusir  ) demi ketenteraman dan keamanan kampus dan parkir diarahkan tempat yang ujuuuuuuuuuung pakai banget (ngisi space parkir yang kosong agar merata dan tertata).

    Walaupun begitu, memang tugas satpam diatas ada baiknya seperti penjelasan diatas (walaupun banyak ga sreg nya) tapi khusus kejadian yang saya alami ini. Saya jadi tahu apa fungsi satpam yang sebenarnya dan mereka sudah menjalankan tugasnya dengan baik, malah saya dapat mengingat kembali sila-sila pancasila yang ternyata nyaris hilang dalan ingatan saya ( efek keseringan dengar lagu lumpuhkan ingatanku :p ) dan satpam tersebut mengingatkan kembali pentingnya sila-sila pancasila sebagai dasar Negara RI (y) Salut!!!!!!

    Oke cukup itu saja ( jadi lupa makan batagor gara-gara keasikan nulis πŸ˜€ ).

    Test Ride Honda Verza 150 euro 3, low budget sport yang (agak) greget

    image

    Permirsa-pemirsa yang budiman, anda pasti kenal sosok itam kinclong yang diatas? Iya benar itu adalah Honda megaproprimus Verza 150 euro 3 yang kebetulan unit ini adalah punya adik saya.

    Euro 3? Makhluk apa itu? (Eh! Versi apa lagi itu?) hehe itu adalah satuan tingkat emisi (makin besar angka makin ramah lingkungan) dan pemerintah sedang menggalakkan peraturan tentang emisi (yang pada kenyataannya tingkat euro negara kita masih rendah standarnya dibanding negara lain).

    hmmm lalu perbedaan lainnya terletak pada striping dan warna (hitam strip. biru dan strip. Merah, merah gloss dan putih gloss. Padahal dulu warnanya agak metalik..Β  unit yang diatas aslinya pake strip merah cuma dicabut dan di skotlet hitam biar agak eksklusif πŸ˜€ ), cover knalpot krom (ini baru pas, ya walaupun kromnya ga seciamik krom pada motor tahun 2000an), spidometer dengan aksen karbon, sokbreker belakang dengan kelir hitam (padahal warna merah udah kece kok balek hitam lageee… huhuhu) dan setting mesin biar bisa dapet sertifikat euro 3. Selebihnya podo wae sami mawon ( juga tersedia dalam 2 tipe,velg cw dan Jari-jari minus sayap di tangki).

    Desain
    Kalau melihat desain neng versah ( panggilannya hihihi ) seperti fusion megapro primus (tapi dalam bentuk agak kurus dan tinggi), NMP (bak mesinnya.. ya iyalah mesinnya sama :v )Β  dan old CB150R(bagian depan, jadi sering kecele hahaha). Cukupan lah gak jelek-jelek amat tapi kalau dibilang wah ya ga juga sih xixixi, walaupun begitu ada detil menarik untuk low budget sport ini seperti footstep pengendara yang bisa ditekuk ( sonic dan Supra GTR aja ga ada :v bijimane nih? ) dan melongok daerah spidometer digital, disini minus takometer (nah lho? Walaupun begitu sudah ada tripmeter dan petunjuk sisa bahan bakar dalam bentuk digital) walaupun begitu tak pa lah, toh kawasaki klx 150 dan D-tracker 150 nasib spidonya juga begitu, malah full analog lagi.. menang buat neng versah disisi ini hahaha…. πŸ˜€ intinya sektor disain bisa dibilang oke lah πŸ˜‰

    Performa dan konsumsi BBM
    Saatnya menaiki neng Versah (husss! Ini motor ya :v ) lalu hidupkan mesinnya dan bruuum! Suara nya ngebass dan merdu kayak NMP karbu (yang Fi malah agak kalem suaranya) asli bikin kita doyan geber-geber gasnya πŸ˜€ oke mulai jalan dan feel kopling dan gas ringan semua dan taraaaa! Tenaganya nampol dari bawah hingga menengah, kayak motor trail gitu (wajar, ini mesin masih turunan Trail CRF150 tapi ini pakai injeksi.. canggih lah ) buat stop and go didalam kota oke! Dibawa santai nurut (torsinya berasa di setiap putaran), touring ayo dannn bisa diajak pecicilan hihihi…

    Tapi dengan catatan apabila sudah menembus 85 km/jam keatas barulah neng versah terasa napasnya tersengal-senga hingga bisa meraih kecepatan maksimum antara 110-115 km/jam (maklum lebih torsi ketimbang tenaga) tapi performa ini udah oke banget buat low budget sport πŸ˜‰ (ntah klau kata anda).

    Oh ya! Konsumsi BBM motor ini terbilang pelit irit ( 42 s/d 50 km/liter tergantung riding style dan jenis bahan bakar ) dan ini adalah motor sport, ada tangki berkapasitas 11 liter (kalau ga salah ya :v ) untuk mendukung progam gas tipis. Pokoknya kantong dijamin bahagia deh ga pake merengek nangis-nangis hahaha πŸ˜€

    Egronomi dan pengendalian
    Egronomi neng Versah terbilang nyaman dan santai (tahu dewek lah onda kayak mana πŸ˜€ ) dengan posisi footstep maju kedepan dan posisi stang tinggi. Lalu soal pengendalian, boleh dibilang motor ini stabil khas sport masa kini (walaupun getarannya lumayan tapi bisa diredam pada karet di dudukan stangnya) dibawa nikung kecepatan tinggi pun manut-manut aja tanpa drama india berlebihan. Kalaupun ada komplain datang dari ban bawaan yang agak licin ( dan bentuknya jadul ).

    Tapi kestabilan ini dibayar dengan suspensi belakang yang keras (padahal set nya udah paling empuk) tapi kalau dipake boncengan (duduk di seat boncenger nyaman jg) dan angkut side box rotan beban bla bla bla ga bakalan amblas dan malah jadi nyaman ( siap jadi motor beban nih.. ditambah tenaga mesin yang nampol pula… joss dah) sektor ini bisa dibilang oke b.g.t (y)

    Kesimpulan
    Neng versah ini cocok buat anda yang udah ngebet banget Motor laki (juga ingin naik kelas dari skutik dan bebek)Β  tapi dompetnya udah kayak aki-aki, jadi kuda beban, atau pemula yang ingin langsung menapaki motor sport (real man use manual clutch katanya :v ) dan bla bla bla ( cocokin aja sendiri hihihi ). komposisi semua faktor dari motor ini bisa dibilang agak Greget (kalau greget banget ntar marah om mad dog :v )  dan juga dengan dukungan aftersales khas Honda. Value for money nya dapet banget dah πŸ˜€ yeaaaaaah.

    Oce itu aja (ntar kalau kepanjangan capek bacanya :v ).

    Bonus:

    image

    image
    Pas pakai undercowl, asli guanteng!

    image
    Warna aslinya

    ilmantul.wordpress.com berpartisipasi dalam 10th Astra Honda Safety Riding Competition 2016, DagDigDug blar!

    image

    Hari Sabtu pagi jam 8.00 10.30 wib tanggal 14 mei saya bergegas untuk OTW ke bandara untuk menghadiri kompetisi safety riding akbar dari astra honda motor yang di selenggarakan di Negeri seberang singapura alias Batam πŸ™‚ πŸ™‚

    Tapi saat berangkat si supie (motor kesayangan saya tuh) yg rencana nya akan dititipkan ke teman tiba-tiba mati mendadak… saat di cek ternyata bermasalah di bagian pengapian.. duhhhhhhhh malah pesawat terbang jam 11.50 lg… whaaaaaaa!

    Tapi syukurnya seorang teman yg biasa nongki bersama di war. Lontong sekitar kospun muncul tiba-tiba saat keadaan genting.. lalu motor di stut ke kandangnya… lalu saya minta tlg diantarkan ke terminal pesawat Padang yang bernama BIM dan dia pun mengiyakan.

    Tapi itu rasanya belum juga bikin panik stop… ternyata waktu sudah menunjukkan jam 11.00 wib…. Ke BIM dari kos aja udah 30 km lebih… belum kondisi dan keadaan jalan yang rusak dan padat.. terpaksa salah satu cara menghadapinya adalah gas pol rem sedikit! Jalan yang tadinya berlobang dan bergelombang pada rata (maaf teman atas tersiksanya motormu ) dan akhirnya sampai di tujuan dengan waktu 37 menit… fiuhhhh….

    Belum selesai sampai disitu pesawat ternyata 7 menit lagi sudah mau cussss dan lagi-lagi keberuntungan datang dari petugas bandara yang ternyata adalah teman dari Instruktur saya yang memberikan kemudahan masuk dan melewati antrian agar makin cepat masuk ke pesawat dan syukurlah 2 menit sebelum close door saya sampai ke dalam pesawat…

    Dan saat pesawat mendarat dengan mulus dan kami naik Damri mikrobus… disitu lagi saya nyaris saja semaput… sesudah turun dari DamRi Dompet saya    ngeloyor dari kantong dan beruntung saya sempat meraba kantong setelah beberapa detik mikrobus ngegas meninggalkan kami dan saya pun berteriak dan melambaikan tangan ke arah mikrobus dan syukurlah supir ngeh dan langsung memberhentikan damrinya dan memang tertinggal dsitu hehehe….

    Akhirnya saya sampai di kos hotel planet Holiday Batam sambil menikmati pemandangan ke arah singapura yang agak ngeblur.

    image

    Dan keesokan harinya pun menjalani latihan bebas seperti biasa setelah spot jantung di hari sebelumnya huhuhuw

    Hari berikutnya (setelah hari sebelumnya I feel free.. eh! Free practice) pada pagi hari jam 8 setelah sarapan sepuasnya :v saya pun kembali mengikuti ujian teori dengan menjawab soal yang udah diolah oleh panitia untuk diisi, setelah itu lanjut tidur lagi hihihi…

    Satu yang unik setelah bangun sore saya dan instruktur dkk mencari makan di sekitaran jodoh centre (tapi ga ketemu juga jodohnya :p) dan kami beruntung mendapat PKL yang menjual nasi padang dengan harga buruh kerja (dan harga mahasiswa tentunya πŸ˜€ ) dan rasanya enak sekali (maklum laper tapi rasanya lumayan kok (y) ) dan ditambah dengan dendangan lagu khas minang di lapak kaset tersebut… jadi serasa di padang bukan di batam hehehe

    Lanjut hari ke-3 dan dimulailah perlombaan praktek safety ridingnya di lap. Brimob kota Batam (klo ga salah) mulai dari pengereman yang ternyata kena diskualifikasi (akibat overspeed dan pernikahan dini.. eh! Pengereman dini deng :v) lalu lanjut dengan papan keseimbangan yang dimana terkena pengurangan poin akibat posisi siku tidak pada jalan yang benar ckckck… sesudah itu lanjut dengan slalom course untuk kelas advisor dealer, skutik, dan bigbike (pakai CB500F.. wew wew wew) dinner di restoran harbour day dengan suasana pinggir laut yang keliatan gemerlap lampu negara singgah ke dapur ( dari kejauhan ) dan lagu anak medan yang khas ( nah lho???? ).

    Keesokan harinya, pada pagi hari seperti biasa menikmati sarapan sepuasnya dengan menu yang pastinya susah untuk dihabiskan dan setelah itu dimulai lah opening ceremonial yang disaksikan oleh petinggi-petinggi PT.AHM, PT.Capella (selaku main dealer tuan rumah dilaksanakannya acara tersebut) perwakilan Kepala Satlantas dan Kepala dinas perhubungan Kepri. Usai acara tersebut dilanjutkan dengan pembukaan slalom course oleh Perwakilan Satlantas tsb. (Ditempat yang sama pada hari kemarin) dan saat tiba giliran saya dan lagi-lagi kurang beruntung. Motor saya mati di rintangan u-turn yang memangkas habis poin saya (Nasieeeeeb) dan pada malam harinya dilaksanakan lagi closing ceremonial dengan pemberian gelar juara kepada masing-masing kelas perlombaan dan selamat deh buat yang juara yang ga bisa disebutin satu-satu (penulis lagi gondok ga juara :v).

    Lalu keesokan harinya dengan kegiatan pagi yang sama saya dkk pun mengikuti sesi city tour di batam untuk ber-selpi ria di barelang dan tulisan “welcome to kepri” (eh! Welcome to Batam ding :v ) dan diakhiri belanja oleh-oleh di daerah Nagoya (klo ga salah hhihi) dan keesokan harinya pun kami kembali ke Ranah minang tacinto πŸ™‚

    Udah itu aja dan sekian πŸ˜€

    Bonus :

    image

    image
    Jembatan barelang cuy πŸ˜€

    image Me and my instructor πŸ˜€ in “welcome to batam”

    image Selift dengan sekompi blogger-blogger kondang (selfihnya agak berantakan :v)